Goa Suruh

Desa Pucung merupakan desa di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri yang terletak di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini menyebabkan Desa Pucung menjadi salah satu desa yang memiliki permasalahan air yang cukup sulit. Apalagi bila musim kemarau tiba, berbagai cara dilakukan warga demi mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari. Salah satunya dengan bangun pukul 2-3 dini hari hanya untuk mengantri di sumber air yang jaraknya tidak dekat hanya demi mendapatkan air bersih. Bapak-bapak mengambir air dengan ember yang dipikul, ada yang menggunakan jrigen, ibu-ibu menggendong klenthing (alat penampung air dari tanah liat), bahkan anak-anak pun juga turut serta ikut membantu. Bagi warga yang memiliki cukup uang, mereka lebih memilih membeli air tangki dari luar wilayah.

Hal tersebut sudah menjadi pemandangan umum saat musim kemarau. Hingga pada akhirnya muncul mahasiswa pecinta alam KMP Giri Bahama Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) bernama Joko Sulistyo yang sedang melakukan kegiatan bersama rekan klubnya di Desa Pucung. Saat melakukan kegiatan pada tahun 2001 Joko menemukan adanya potensi sumber air di Dusun Kangkung, Desa Pucung yang berasal dari sebuah gua bernama Gua Suruh. Selanjutnya Joko berdiskusi dengan warga untuk mengangkat sumber air tersebut, namun usahanya belum berhasil. Warga belum menyetujui usulan tersebut karena menurut warga Gua Suruh merupakan gua yang angker dan sulit pula untuk dijangkau. Joko juga berusaha mendapatkan bantuan dana dengan mengajukan proposal ke pemda, sponsor, bahkan ke kampus namun hasilnya tetap nihil.

Hingga pada tahun 2011 usahanya menemui titik terang, usulannya mendapat dukungan dari Kepala Desa Bp. Ashari dan mendapatkan kucuran dana dari beberapa organisasi. Setelah dana terkumpul dan menemukan teknologi yang tepat, akhirnya pengangkatan dilakukan pada tahun 2012. Pada tahun 2013 air sudah dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari warga desa. Sampai saat ini sumber air sudah bisa dimanfaatkan oleh 6 dusun diantaranya Kangkung, Turi, Mijil, Pule, Gundi, dan Brengkut. Atas jasanya mengangkat air dari Gua Suruh, Joko kemudian mendapatkan penghargaan Satu Indonesia Award dari Astra pada tahun 2013.

Joko Sulistyo sang Penggagas (Doc : Joko S)

Mulut Gua (Doc : Tribunnews.com)

Doc : Joko S

Doc : Joko S

Doc : Joko S